[Op-Ed] Makna dari “Perang Oranye” (211215)

tumblr_inline_nzormkbk0x1rb7x3v_500

Kontroversi ini terus berlanjut. Ada perang antara Shinhwa dan fandom iKON mengenai “warna oranye.”

Kontroversi dimulai ketika lightstick resmi fandom iKON dirilis dalam warna oranye. Instrumen dukungan untuk iKON adalah sebuah KonBat dengan warna “oranye”, warna yang menjadi simbol Shinhwa. Seiring dengan perilisan instrumen dukungan iKON tersebut terungkap, kontroversi dimulai di berbagai akun SNS mengenai ‘warna orange’. Tidak hanya fans Shinhwa, Shinhwa Eric dan Kim Dongwan juga telah menyatakan posisi mereka, mengatakan, “Tolong hormati apa yang telah kami lindungi selama ini.”

Sebuah grup tidak begitu saja dapat memiliki suatu warna hanya karena warna tersebut melekat pada fandomnya. Namun ada sebuah alasan penting dibalik hal itu, karena warna tersebut dapat menjadi sebuah ‘simbol’ representatif seorang penyanyi dan fandomnya.

Khususnya bagi Shinhwa, yang terus berpromosi mulai dari 1998 hingga sekarang, secara konsisten merilis lagu baru, mengadakan konser, dan merupakan sebuah grup senior yang menjadi panutan bagi banyak grup junior. Kasus warna representatif untuk sebuah grup yang telah berhenti promosi atau bubar berbeda dengan kasus Shinhwa. Tahun depan, Shinhwa menyambut tahun ke-18 mereka, dan bila warna representatif mereka yang telah melekat kuat ini bercampur dengan grup lain, maka jelas hal ini akan menjadi masalah. Contohnya, jika fandom iKON membawa ‘lightstick berwarna oranye’, suatu warna representatif fandom Shinhwa, mereka bisa disangka fandom Shinhwa, dan sebaliknya. Warna representatif sebuah grup dan fandomnya merupakan cara paling mendasar untuk mendukung grup tersebut dalam acara resmi maupun tidak resmi.

Shinhwa members secara personal telah mengambil langkah untuk “melindungi warna oranye”, sepenuhnya demi fanclub mereka “Shinhwa Changjo”. Karena fans-lah, Shinhwa dapat berada diposisi atas selama 18 tahun dan terus menerima cinta. Jelas dari sudut pandang Shinhwa, fandom mereka lebih berharga ketimbang siapapun. Member Shinhwa bicara meski mereka harus menanggung kritikan. Bukan hanya fanclub yang ingin melindungi ‘warna’ oranya, tetapi juga Shinhwa sendiri.

Seiring dengan berlanjutnya ‘perang oranye’, orang yang tidak menghetahui kultur fandom dengan baik akan bertanya-tanya, ‘Mengapa mereka bertengkar karena warna?’  Namun, bagi sebuah grup dan fandomnya, “warna representatif” mereka merupakan hal terpenting dan harus dilindungi. Sekarang ini, industri pop musik tidak bisa mengabaikan ‘fandom’, dan jika mereka adalah konsumen yang sangat berpengaruh, maka ‘kultur’ semacam itu harus tetap dihormati. Bahkan Wikipedia menyatakan bahwa ‘warna oranye’ saat ini ‘digunakan oleh grup beranggotakan 6 orang dari Korea Selatan, Shinhwa, sebagai warna resmi mereka.’

Belakangan ini, Kim Dongwan berkata, di media sosial pribadinya, “Kami tidak ingin dikagumi. Kami hanya ingin beberapa hal yang telah kami lindungi selama periode promosi kami yang la ini dapat dihormati. Dan hal itu adalah Shinhwa dan Shinhwa Changjo, serta cahaya oranye yang kami lihat saat kami ada di atas panggung. Penghormatan terhadap kami akan kembali pada kalian dan pahlawan yang kalian cintai di atas panggung.” Tidak ada grup lain dalam sejarah yang memiliki hubungan sepanjang Shinhwa dan Shinhwa Changjo. Bersama-sama, mereka menyatakan bahwa mereka ingin melindungi warna oranye. Jika banyak grup junior berkata mereka ingin seperti grup terawet, Shinhwa, maka kultur semacam ini juga harus dihormati.

sr: Asiatoday

Eng trans by malpabo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s